Pentingnya Asupan DHA untuk Ibu hamil dan Janin


Perkembangan si buah hati sudah mulai sejak ia masih berada didalam kandungan sang ibu. Pada perkembangan otak janin, kandungan DHA akan mengalami peningkatan pada selaput sel saraf otak. Dari fakta tersebut, diduga bahwa DHA mampu berperan penting dalam proses perkembangan otak.  Karena itulah pentingnya DHA untuk ibu hamil dan janin memang harus diperhatikan.

Proses perkembangan otak sangat cepat pada usia kehamilan trisemester ketiga sampai dengan bayi berusia 2-3 tahun. Meskipun sangat dibutuhkan, sayangnya tubuh tidak mampu secara alami menghasilkan jenis asam lemak yang satu ini. Maka dari itu, selama masa kehamilan disarankan untuk memperbanyak jenis makanan yang mengandung DHA seperti ikan, walnut atau tambahan suplemen.

Manfaat Jenis Makanan yang Mengandung DHA

1. Mencegah Bayi Lahir Prematur
Selain baik untuk anak-anak, DHA juga sangat penting untuk ibu hamil dan juga janin yang dikandungnya. Menurut penelitian, bahwa wanita hamil yang mengkonsumsi makanan mengandung DHA memiliki risiko melahirkan prematur lebih kecil dibandingkan dengan wanita hamil yang tidak mengkonsumsi DHA.

Selain itu, fungsi dari DHA juga untuk perkembangan otak dan mata bayi. Sehingga sangat disarankan untuk memenuhi kebutuhan DHA dari makanan ataupun jenis suplemen yang mengandung DHA rekomendasi dokter untuk mencegah bayi lahir premature. Selain itu, manfaat betacaroten untuk perkembangan janin juga sangat berpengaruh pada masa kehamilan. 

2. Membantu  Melawan  Peradangan     
Penyakit jantung, masalah gusi atau rematik terjadi akibat adanya peradangan pada tubuh. DHA memiliki sifat antiinflamasi dan mampu melawan atau mengurangi peradangan tersebut.   

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menederita rematik dan mengkonsumsi 2.100mg DHA setiap hari, maka mampu menurunkan perkembangan pada sendi sebesar 28% dibanding dengan pasien yang tidak mengkonsumsi DHA. 

Selain itu, meningkatkan asupan DHA juga dapat membantu menyeimbangkan kadar asam lemak dan omega 6 yang berlebih sehingga  dapat mencegah peradangan.

3. Menurunkan Risiko ADHD Pada Anak
Attenttion deficit hyperactivity disorder (ADHD) merupakan sebuah gangguan perilaku yang ditandai dengan konsentrasi yeng lebih sulit dan perilaku impulsif. Anak dengan gangguan tersebut pada umumnya memiliki tingkat DHA dalam darah yang lebih rendah. 

DHA berperan penting dalam meningkatkan aliran darah di sekitar otak. Kandungan asam lemak omega 3 pada jenis makanan yang mengandung DHA dapat membantu untuk menguatkan fungsi otak anak. Itu sebabnya, orang tua disarankan untuk memenuhi kebutuhan DHA anak untuk mencegah hal tersebut.

Posting Komentar

0 Komentar